Hati-hati,,kamu bisa saja terjebak dengan permasalahan ini, coba cek point nomer 2

09:54





Masih teringat betul ketika dulu liat iklan lowongan kerja di internet yang membutuhkan bagian leader untuk sebuah industri kecil mekanikal didepok , sangat tertarik sekali melihat iklan tersebut, karenanya saya sendiri memang lulusan teknik motor dan menghabiskan selama 3 tahun bekerja di industri spare part motor mekanikal pula di jakarta.


Melihat kesempatan tersebut, alih-allih untuk menyambung skill dan keinginan untuk bisa meneruskan kemampuan dalan bidang yang di gelutinya, mungkin belum rejekinya untuk bisa mendaftar pekerjaan di bagian tersebut di depok.


Namanya pak mustofa, ya betul,, beliau adalah pemilik dari "bengkel" yang memproduksi berbagai macam spare part disel dan mesin mesin bubut untuk keperluan industri yang mereka jalankan lebih dari 10tahun lalu. Menarik , karena dipertemukan oleh orang-oorang yang sangat brilian dalam membuat sebuah rincian ide-ide "gila" dalam menentukan mau dibawa kemana industri kecil ini.


Hanya dibutuhkan beberapa menit saja untuk bisa menjadwalkan dirinya bertemu dengan pemilik usaha ini, kebetulan janjian untuk interview di bengkelnya. Menariknya tempatnya jika di lihat dari luar sangat kecil karena masih menggunakan ruko di deretan jalan seperti biasanya, ketika masuk kedalam tampak kaget dan menemukan ruang kerja yang teramat luas bahkan dalam tempat kerja bagian administrasinya pun dilantai 2.


Ya,, rupanya tampak depan hanya berisikan sebuah etalase kecill hanya untuk menyimpan berbagai spare part kecil untuk stok penjualanya, dan didalamnya seperti tampak lapangan footsal yang lebar dan banyak mesin berderetan didalamnya. Beliau sempat menjelaskan bahwa tampak depan memang kecil , namun jika anda masuk ke dalam 3 ruko yang tidak terpakai sudah saya beli untuk bagian produksi.



Mungkin bisa dibilang pimpinan usaha ini yang merupakan bapak dari ke4 anak-anaknya sudah mulai bosan dengan rutinitas dan ingin sesekali ada orang yang lalyak dan bisa memimpin usahanya kelak agar dirinya bisa menikmati hasil dari usahanya tanpa ada sentuhan dari dirinya dimeja kerja tempat beliau menghabiskan pekerjaanya selama bertahun-tahun.


Ternyata,, si pimpinan usaha ini sudah capek dan cukup begitu tua , bisa dibilang ini layak untuk pensiun , nah,, singkat cerita beliau menjelaskan dirinya untuk mencari peminpin usaha yang sudah berpengalaman lebih dari 4 tahun,guna untuk bisa melanjutkan dan menghandle usahanya ini yang dibidang mekanikal dibilangan depok jawa barat.


Koonon pak mustofa ini di vonis penyakit kaki yang teramat sakit jika sedang berjalan , hingga kursi rodapun menjadi santapan beliau sehari-hari , karenanya mungkin terlalu capek dan faktor makanan yang memang masih menjadi faktor utama untuk menjadi makin bringas menyerang penyakit yang di deritanya ini.


Penyakit yang amat perih jika telapak kaki tersebut bersentuhan dengan lantai, saya juga makin bingung ketika beliau menjelaskan ini semua , hingga beliau menginginkan untuk membangun sebuah lift kecil untuk bisa naik ke atas di lantai 2 tanpa harus berjalan kaki manual seperti biasanya.


Ini merupakan pekerjaan jebakan yang amat klasik yang dialami oleh kebanyakan orang hingga ia lupa akan menjalankan rutinitas yang monotoon tanpa ada rasa kepercayaan yang dibangun untuk mengikuti menjadi seorang pemimpin berikutnya .


Jadi begini alurnya mas,,

Dulunya pak mustofa enggan mudah percaya sama bawahanya , hingga semua data klien dan keungan yang menghandle adalah beliau, pada intinya adalalh semua pekerjaan yang berbaur dengan urusan pelanggan , entah itu urusan harga , database , supplier , hingga urusan keungan semua yang mengatur sistemnya adalah beliau.


Tanpa disadari hingga puluhan tahun ia bekerja di usahanya sendiri merasa terjebak rutinitas yang mengatur dirinya seolah -olah tanpa adanya beliau dikantor tidak akan berjalan sesuai dengana apa yang ia inginkan , entah itu urusan harga barang dan supplier.


Nah jebakan inilah yang membuat ia merasa dirinya terkurung hingga terjatuh lemas ,hingga sakit kaki yang dideritanya menjadi bulan bulanan dirinya terserang penyakit kaki hingga bekngkak dan tidak bisa berjalan sama sekali. Dan pada akhirnya mungkin ia sudah merasa cukup mampu untuk berhenti dan membuka loowongan untuk para pemimpin usaha yang sudah berpengalaman ini untuk meneruskan usaha mekanikal ini untuk diteruskan dan menutunt usahanya ini kelak akan lebih maju lagi , guna untuk biaya operasi dan berobat jalan untuk penyakit kakinya,menyedihkan bukan ?




Ada beberapa point klasik yang dialami para pelaku usaha entah itu home industri atau pelaku usaha lainya yang masih saja mengandalkan sistem  ini , dan kejadian ini sama persis dengan buku yang pernah saya baca karangan salah satu mentor sekaligus busines coach gendro salim pada waktu ikut seminarnya dulu selama 3 hari dan mengulik thma jebakan ini.


1. Hilangnya rasa ketidakpercayaan 



Hampir semua kejadian yang berusursan dengan pelanggan ia handle , dan terbukti jelas bahwa beliau sendiri adalah pelaku usahanya , karenanya beliau takut jika para karyawanya tahu dan mengerti celah apa yang ia kerjakan dengan masalah harga dan supplier maka takut nantinya akan dibajak dan keluar hingga si karyawanya sendiri nantinya akan membuat usaha tandingan,ini point awal yang beliau pikirkan hingga terjebak seperti ini.


Ketakutan dan kegelisahan beliau yang menyebabkan ketidakpercayaan dengan karyawan membuat dirinya jatuh dan terlena seperti ini , jika masalah harga dan supplier murah diketahui ooleh para karyawan , maka akan ada peluang besar sikaryawan ini akan keluar dan mengerti semua celah yang ada di usaha tersebut.


Dan pada akhirnya beliau ini mungkin sudah teramat sakit parah hingga operasi adalah jalan satu-satunya untuk mengobati rasa yang dideritanya selama berbulan bulan hingga bosan dan ingin sekali berjalan kaki seperti layaknya orang pada umumnya .


Berobat jalan dan sempat memanggil dokter untuk datang setiap minggunya pun dialaminya , bosan dan sedih hingga saya sendiripun mendengarkanya langsung lemes , yang tadinya mau interview dan menjelaskan skill apa yang akan saya terapkan malah curhat dan membeberkan masalah ini berjam -jam layaknya seorang yang haus akan berjumpa dengan teman lamanya .



2. Menjadikan pimpinan usaha sebagai pusat dari semua pekerjaan




Nah ini dia yang dialami oleh banyak pelaku usaha klasik yang menjadikan sebuah usaha bertumpu pada seoroang pemiliknya , jebakan kedua inilah yang paling banyak dialami oleh pelaku di berbagai daerah , bahasa mudahnya begini mas , "ya kalau tidak ada saya dikantor mana bisa usaha itu akan jalan " , persis yang diucapkan pak mustofa selaku pemilik usaha mekanikal didepok ini ya sama begitu. ia sangat membanggakan apa yang ia kerjakan dan hingga bertahun tahun lupa akan jebakan rutinitas yang ia kerjakan selama ini jutru membuatnya terlena dan jatuh sakit, menyedihkan !



Sebab ini hanyalah berhubungan dengan lembaran yang sepele dan mungkin di industri kecil semacam ini enggan untuk menjadikanya sebagai peggangan dalam metode dan prosedur kerja.Dan nyatanya hal ini terbukti dari hasil obroolan yang memang tidak ada sistem yang mengatur tentang adanya langkah-langkag kerja dari satu karyawan ke bagian tertentu, dan hanya bertumpu ke pemilik usahanya yang malah dipusingkan akan hasil akhir karyawanya.


Misalnya dalam segi hasil akhir untuk menjual beberapa spare part untuk material disel yang cinderung sebagai kebutuhan pokok untuk customernya , karyawan tidak tau jelas alur dan langkah kerja , mulai dari surat jalan hingga menggunakan ekspedisi apa dan nomer plat mobil mana serta nama sopir yang mereka pakai tidak tertata rapi, intinya siapa yang sedang kosong schedulenya berati dialah yang disuruh untuk delivery materialnya. kacau memang.


Inilah yang saya ajukan ke pak mustofa yang tinggalnya di depok jawa barat, untuk memudahkan para pemilik usahanya agar makin mudah dan tidak bertumpu kepada pemiliknya langsung , mnok yo dibuatkan SOP di maing-masing bagian gitu lho pak. Jadi ndak rumit dan tidak tumpang tindih akan tanggung jawabnya permasing-masing operator ada bagian dan urutan kerja dari awal hingga akhir sesuai dengan standar dan prosedur perusahaan.


Ya kalau dijelaskan secara detil begini memang rumit , tapi ya namanya juga baru pernah mendengarkan maka hal tersebut justru diabaikan dan malah dipusingkan dengan tumpukan berkas laporan dari karyawan yang semua lembaran tersebut berisikan komplain dari pelanggan.


Andai dan kalau usaha ini sudah mengeola dan mempunyai sebuah SOP atau aturan dasar jikalau setiap karyawan HARUS mematuhi langkah kecil yang berisikan sebuah cara dan langkah kerja dari mulai menyalakan sebuah mesin industri hingga mematikan mesinya sekalipunn semua ada aturan dan prosedurnya.


Untuk hal sepele seperti ini justru kadang kalau nggak di tulis dan di edukasikan secara terus menerus malahan lupa, padahal yang namanya langkah atau cara cara seperti lampiran SOP ini merupakan "aturan" yang wajib di jalankan , bila aturan ini tidak dijalankan dan tidak sesuai dengan hasil awal, maka gasil akhirpun biasanya berantakan dan terjadi barang risak atau repair.



Ini bukan membahas tentang masalah SOP bukan , melainkan dengan adanya SOP inilah seorang pemillik usaha tidak lagi terjebak dengan rutinitas yang mengatasnakamakn bahwa pemilik usaha adalah segalanya , jikalau peimillik usaha tidaj ada dikantor , maka usahanya tidak akan berjalan layaknya apa yang ia inginkan .SALAH !!



Justru dengan di gabungkan antara point awal yaitu percaya bahwa tim untuk usaha anda nantinya bisa menghandle masalah dari mulai harga hingga supplier yang akan anda kerjakan ya kalau bisa dikerjakan ooleh karyawan , tooh semua ada bagian masing-masing dari mulai bagian accounting , produksi , admin hingga marketing , biarlah mereka yang bekerja , anda hanya diribetkan di awal untuk membuatkan dan menandatangani lembaran SOP dan peraturan kecil didalamnya.


Kedua adalah salah jikalau pemilik usaha justru menjadikan dirinya sebagai pusat dari segala macam operasional kinerja usahanya , salah total hal ini pernah saya aikuti seminarnya cara cara simple dan hebat dalam membanguntim untuk usahanya. dan ulasan inilah merupakan point ditengah-tengah masalalh yang menimpa oleh sebagian masalah klasik para pemillik usahanya.


Demikian 2 point klasik yang layak kita pahami tentang jebakan rutinitas pekerjaan yang ada pada pemilik usaha yang memang enggan untuk terus mengupdate dirinya hingga sulitnya kepercayaan kepada para karyawanya.

Akhir kata , sebagai member jamaah media sosialiyah pamit undur diri , perwakilan dari tim editor untuk induistri kecil yang terus belajar dan memberikan edukasi tentang hal hal sepele yang pernah dialami oleh tim dan klien-klien kami.



Note : Jika anda membutuhkan material kebutuhan biji plastik dengan harga terbaik dan kualitas terjamin , anda bisa langsung menghubungi kami DISINI 



You Might Also Like

0 komentar

Best artikel

Fans Page Facebook